Sunday, December 20, 2015

CARA BUDIDAYA UBI JALAR (Ipomoea batatas)


Tanaman Ubi Jalar

Ubi Jalar


A.    PENDAHULUAN

 Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan sejenis tanaman budidaya yang di daerah tertentu di Indonesia digunakan sebagai bahan makanan pokok. Ubi jalar banyak dibudidayakan penduduk mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, karena tanaman ini mudah beradaptasi meskipun di daerah yang kurang subur dan kering.
Ubi jalar tidak hanya memiliki rasa yang manis dan lezat, tetapi juga banyak mengandung nutrisi penting bagi kesehatan. Kandungan utama nutrisi dalam ubi jalar seperti Vitamin A, C dan E, beta karoten, magnesium, kalium dan juga kaya oksidan. Ada beberapa manfaat dari tanaman ubi jalar yaitu:
1.      Dapat mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung, karena memiliki kemampuan untuk menstabilkan gula darah dan resistensi insulin yang lebih rendah. Karotenoid dalam ubi jalar yang bermanfaat dapat mengatur kadar gula darah.
2.      Dapat membantu menghilangkan rasa sakit dan nyeri sendi arthitis, karena ia kaya akan mineral.
3.      Tinggi serat, sehingga mengurangi resiko kanker usus dan sembelit.
4.      Beta-karoten yang terkandung dalam ubi jalar adalah anti-oksidan kuat yang membantu untuk melawan radikal bebas.
5.      Kalium tinggi yang ditemukan berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara cairan dan elektrolit serta integritas sel.
6.      Sweet potato ini juga dapat mengurangi tekanan darah.
7.       Jika dikonsumsi secara teratur, bisa meredakan peradangan pada lambung dan usus pada maag kronis.
8.      Kalsium tinggi dan zat besi membantu meningkatkan produksi sel darah merah dan dapat meningkatkan kepadatan tulang.
9.      Ubi jalar juga baik untuk membantu penderita imsomnia.
10.  Ketela manis ini juga Baik untuk mencegah stroke, karena menghambat pembekuan darah.
11.  Makan ubi jalar juga dapat membantu agar kulit terlihat lebih cerah, dan kelihatan lebih muda.
12.  Kandungan tinggi beta-karoten dapat mengubah vitamin A dalam tubuh menjadi DNA yang bertujuan menghasilkan sel-sel kulit baru.

B.     SYARAT PERTUMBUHAN

            Daerah yang paling ideal untuk mengembangkan ubi jalar adalah daerah yang bersuhu 21o C – 27o C, yang mendapat sinar matahari 11 – 12 jam. Pertumbuhan dan produksi yang optimal untuk usaha tani ubi jalar tercapai pada musim kering (kemarau). Di tanah yang kering (tegalan) waktu tanam yang baik untuk tanaman ubi jalar yaitu pada waktu musim hujan, sedang pada tanah sawah waktu tanam yang baik yaitu sesudah tanaman padi dipanen.
            Jenis tanah yang cocok untuk budidaya ubi jalar adalah pasir berlempung, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi serta drainasenya baik, dan mempunyai pH 5,5 – 7,5.
            Tanaman ubi jalar cocok ditanam di dataran rendah hingga 500 m dpl. Di dataran tinggi berketinggian 1000 m dpl, ubi jalar masih dapat tumbuh dengan baik, tetapi umur panen menjadi panjang dan hasilnya rendah.

C.    PEMBIBITAN

            Teknik perbanyakan tanaman ubi jalar yang sering digunakan petani adalah dengan stek batang atau stek pucuk. Cara penyiapan bibit ubi jalar dari tanaman produksi adalah :
1.      Pilih tanaman ubi jalar yang sudah berumur 2 bulan atau lebih, keadaan pertumbuhannya sehat dan normal.
2.      Potong batang tanaman untuk dijadikan stek batang atau stek pucuk  sepanjang 20 – 25 cm dengan pisau tajam dan dilakukan pagi hari.
3.      Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan yang berlebihan.
4.      Ikat bibit rata-rata 100 stek / ikatan, lalu simpan di tempat teduh selama 1 – 7 hari dengan tidak bertumpuk.

D.    PENGOLAHAN LAHAN

            Tanah diolah terlebih dahulu hingga gembur, kemudian dibiarkan selama ± 1 minggu. Tahap berikutnya, tanah dibentuk guludan-guludan. Ukuran guludan disesuaikan dengan keadaan tanah. Pada tanah yang ringan ukuran guludan lebar bawah ± 60 cm, tinggi 30 – 40 cm. Arah guludan sebaiknya memanjang utara – selatan dan jarak antar guludan 70 – 100 cm. Cara pengolahan lahan ini disesuaikan dengan sistem penanaman yang akan dilakukan, secara mono kultur atau tumpang sari.
           

E.     PENANAMAN

            Penanaman ubi jalar dapat dilakukan tumpangsari dengan tanaman lainnya seperti kacang tanah. Jarak tanam ubi jalar disesuaikan yaitu 100  x 25 x 30 cm, dan jarak tanam kacang tanah 30 x 10 cm.
            Tahap-tahap penanaman ubi jalar secara monokultur  adalah sebagai berikut :
1.      Buat larikan dangkal sepanjang guludan memanjang sedalam 10 cm atau buat lubang tanam dengan tugal dan jarak antar lubang 25 – 30 cm.
2.      Buat larikan tempat pupuk sejauh 7 – 10 cm di kiri dan kanan lubang tanam.
3.      Tanam bibit stek ubi jalar ke dalam lubang tanam atau larikan hingga pangkal batang stek terbenam tanah 1/2 - 2/3 bagian, kemudian tanah dekat pangkal stek dipadatkan.
4.      Masukkan pupuk dasar berupa Urea 1/3 bagian + SP 36 seluruh bagian + KCl 1/3 bagian dari dosis anjuran ke dalam lubang atau larikan, kemudian tutup dengan tanah. Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 45 – 90 kg N / ha ( 100 – 200 kg Urea / ha ) + 25 kg P2O5  / ha ( 50 kg SP 36 / ha ) + 50 kg K2O / ha ( 100 kg KCl / ha ). Pada saat tanam diberikan pupuk Urea 34 kg – 67 kg + SP 36 50 kg + KCl 34 kg / ha.
           

F.     PEMELIHARAAN

            Pemeliharaan pada tanaman ubi jalar meliputi penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemupukan, dan pengairan.
§      Selama 3 minggu setelah tanam, perkembangan ubi jalar dipantau  dan bila ada  bibit yang  mati dilakukan penyulaman. Penyulaman dilakukan pagi hari atau sore hari dan segera dilakukan penyiraman setelah bibit ditanam.
§      Penyiangan dan penggemburan tanah dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam, kemudian diulang lagi saat tanaman berumur 2 bulan. Penyiangan dan penggemburan tanah meliputi pembersihan rumput liar dan pembalikan tanah menggunakan cangkul disekitar tanaman.
§      Pemupukan susulan dilakukan 1 – 2 bulan setelah tanam, dengan memberikan  sisa dosis anjuran setelah dikurangi untuk pemupukan dasar yang telah disebutkan diatas.
§      Seusai tanam, tanaman ubi jalar harus diairi dengan cara dileb 15 – 30 menit, pengairan ini diperlukan sampai ubi jalar berumur 1 – 2 bulan. Pada periode pembentukan dan perkembangan umbi, yaitu umur 2 – 3 minggu sebelum panen, pengairan dikurangi atau dihentikan. Yang penting adalah saat pengairan, tanah tidak terlalu becek.

G.    HAMA DAN PENYAKIT

            Hama penting yang sering menyerang tanaman ubi jalar adalah : Penggerek batang ubi jalar, hama boleng atau lanas dan tikus. Cara pengendalian hama  dilakukan antara lain :
1.      Rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup hama.
2.      Pembumbunan untuk menutup ubi yang terbuka.
3.      Untuk hama tikus dapat dilakukan dengan umpan beracun.
4.      Penyemprotan dengan insektisida seperti Curacron 500 EC, Decis 2,5 EC atau Monitor 200 LC.
            Penyakit penting yang sering menyerang tanaman ubi jalar yaitu : Kudis atau scab, Layu Fusarium dan beberapa penyakit akibat virus  yang gejalanya terlihat dari pertumbuhan batang dan daun yang tidak normal, ukuran tanaman kecil dengan tata letak daun yang bergerombol di puncak, warna daun hijau kekuningan. Pengendalian penyakit dilakukan dengan cara :
1.      Rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup penyakit.
2.      Penggunaaan bibit ubi jalar yang sehat dan  dari jenis atau varietas yang tahan terhadap penyakit seperti Fusarium dan kudis.
3.      Pembongkaran (Eradikasi) tanaman untuk dimusnahkan bila serangan sangat berat.

H.    PANEN

            Varietas ubi jalar unggul dan berumur genjah diantaranya adalah Kalasan yang dipanen pada umur 2 – 3,5 bulan dengan hasil 31,2 – 47,5 ton / ha dan Borobudur yang dipanen pada umur 3,5 – 4 bulan dapat menghasilkan 25 ton / ha .
            Panen dilakukan dengan cara menggali menggunakan cangkul disekitar pertanaman ubi jalar hingga terkuak ubi-ubinya. Selanjutnya ubi dikumpulkan dalam karung goni untuk memudahkan pengangkutan.