Monday, December 21, 2015

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH PASAR



 Gambar 1.Bahan Pembuatan Pupuk Organik Cair
I.        PENDAHULUAN
Pemupukan merupakan faktor penting yang dapat menunjang pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya. Penggunaan pupuk sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produksi sudah sangat membudaya dan para petani telah menganggap bahwa pupuk dan cara pemupukan adalah sebagai salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan usaha taninya.  Sayangnya dalam memupuk petani biasanya hanya menggunakan pupuk anorganik. Seperti yang kita ketahui bahwa dampak dari penggunaan pupuk anorganik menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman yang cukup tinggi, namun penggunaan dalam jangka waktu yang relatif lama, umumnya berakibat buruk pada kondisi tanah. Tanah menjadi cepat mengeras, kurang mampu menyimpan air dan cepat menjadi asam yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas tanaman. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk anorganik adalah dengan menggantikannya dengan pupuk organik.
Pupuk organik umumnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu pupuk organik padat (kompos/bokhasi) dan pupuk organik cair (POC). Dan pada kesempatan kali ini kita mencoba membahas cara membuat pupuk organik cair.
Pupuk organik cair (POC) adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara dan mampu menyediakan hara  secara cepat.
Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organik cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Selain itu pupuk ini juga memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan ke permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman.
Bahan baku pupuk cair yang sangat bagus yaitu bahan organik basah atau bahan organik yang mempunyai kandungan air tinggi seperti sisa buah-buah dan sisa sayuran (wortel, labu, sawi, selada, kulit jeruk, pisang, durian, kol, papaya dll). Semakin besar kandungan selulosa dari bahan organik (C/N ratio) maka proses penguraian oleh bakteri akan semakin lama. Selain mudah terdekomposisi, bahan ini kaya nutrisi yang dibutuhkan tanaman
II.        BAHAN DAN ALAT            :
a.       Bahan :
1.      Sisa/limbah dari pasar (buah dan sayuran), 10 kg
2.      Cairan molase500 ml atau 0,5 kg gula pasir dilarutkan dgn air 500 ml
3.      EM4 500 ml
4.      Air secukupnya
b.      Alat :
1.      Ember tertutup untuk 20 liter
2.      Karung serat sintetis ukuran 50 kg (karung bekas pupuk)
3.      Tali pengikat
III.        CARA PEMBUATAN    
 Gambar 2. Bahan dipotong-potong kecil/dirajang
1.      Limbah dari pasar yang sudah terkumpul dipotong-potong kecil atau dirajang.
2.      Masukkan limbah pasar yang telah dipotong-potong ke dalam karung dan tekan sampai padat, lalu ikat. Beri lobang pada karung
3.      Masukkan karung, molases dan EM4 ke dalam ember, dan tambahkan air bersih hingga bahan terendam seluruhnya.
4.      Berikan beban diatas karung tersebut agar tidak mengapung. Tutup rapat hingga udara tidak dapat masuk.
5.      Simpan selama 7-10 hari di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
6.      Setelah proses fermentasi selesai, angkat karung dan pisahkan dari larutan media.
7.      Pupuk organik cair sudah dapat digunakan:
IV.        PENGGUNAAN                    :
Untuk pemupukkan daun dengan penyemprotan 100:1 (500 ml air : 5 ml Pupuk organik cair). Untuk pemupukkan akar dengan menyiramnya 500:1 (5 lt air : 10 ml Pupuk organik cair). Untuk mengurangi bau khas pupuk cair organic dapat dicampur dengan perasan air jeruk citrun atau daun pandan.